Jenis Wisata Tanah Datar
Wisata Alam
Wisata Sejarah/Budaya
Wisata Argo
Wisata Bahari

Panorama Tabek Patah

Panorama Alam yang indah dan sejuk, dikelilingi oleh perbukitan dan hutan pinus. Tabek Patah ini berasal dari kata tabek (kolam) yang patah menjadi dua bagian, sebelah utara dinamakan dengan “Talago Pakis” dan sebelah selatan dinamakan dengan “Aia Taganang”. Objek wisata ini terletak di pinggir jalan raya Bukittinggi/Payakumbuh – Batusangkar, dalam Kecamatan Salimpaung. Jarak dari kota Batusangkar + 19 Km.

Nagari Tuo Pariangan

Secara historis Nagari Tuo Pariangan merupakan nagari/daerah asal muasal kehidupan nenek moyang orang Minagkabau yang berasal dari Gunung Merapi. Di kawasan Nagari Tuo Pariangan terdapat bukti-bukti sejarah : Kuburan Panjang, Masjid Tuo, Sawah Satampang Baniah, Batu Tigo Luhak, dan bukti sejarah lainnya serta objek wisata Air Panas. Nagari Tuo Pariangan terletak antara Padang Panjang–Batusangkar, dari Kota Batusangkar + 14 Km.

Panorama Puncak Pato

Objek wisata ini bukti sejarah terjadinya kesepakatan antara kaum adat dan kaum agama yang dikenal dengan sejarah “Sumpah Satie Bukik Marapalam”. Kawasan ini juga merupakan benteng pertahanan Perang Paderi, dengan cuacanya yang sejuk. Terletak + 17 km dari kota Batusangkar di Nagari Batubulek Kecamatan Lintau Buo.

Bukit Siduali Indah

Sebuah objek wisata alam berbentuk sebuah bukit yang menyerupai sebuah tower sehingga dapat melihat pemandangan ke seantero Kabupaten Tanah Datar (360 derajat). BSI berlokasi di Jorong Panti dan Jorong Pabalutan Nagari Rambatan Kecamatan Rambatan. Hanya dengan waktu 10 menit dari Kota Batusangkar anda telah dapat menginjak kaki di BSI. BSI juga mudah dijangkau dari berbagai kota di Sumatera Barat, seperti dari Padang Panjang, Bukittinggi, Sijunjung, Sawahlunto, Payakumbuh dan Solok, yaitu antara 35 hingga 45 kilometer.

Lembah Anai

Objek wisata cagar alam dengan udaranya yang sejuk dan indahnya keadaan alam ditambah derunya air terjun (aia mancua). Objek wisata ini terletak pada hutan lindung di pinggir jalan raya Padang – Bukittinggi /Batusangkar dan sangat mudah dijangkau, jarak dari Kota Batusangkar + 38 Km yang terletak di Nagari Singgalang Kecamatan X Koto.

Tanjung Mutiara

Tanjung Mutiara merupakan objek wisata bahari (Danau Singkarak) dan satu-satunya di Kabupaten Tanah Datar. Objek wisata ini ramai dikunjugi oleh para wisatawan terutama pada hari libur dan ketika musim “balimau” akan memasuki bulan suci Ramadhan. Dekat lokasi ini terdapat sarana akomodasi hotel berbintang satu yakni Singkarak Sumpur Hotel. Objek wisata ini terletak antara Solok–Padang Panjang. Jarak dari Batusangkar + 30 km, berada di Nagari Batu Taba Kecamatan Batipuh Selatan

Istano Basa Pagaruyung

Istano Basa Pagaruyung terletak di Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Tanah Datar, dengan jarak 5 kilometer dari Kota Batusangkar dan mudah dijangkau oleh sarana transportasi roda 2 dan roda 4. Bangunan ini terdiri dari 11 gonjong, 72 tonggak dan 3 lantai. Objek wisata ini dilengkapi dengan surau, tabuah Rangkiang Patah Sambilan, serta fisik bangunan Istano Basa Pagaruyung dilengkapi dengan beragam ukiran yang tiap-tiap bentuk dan warna ukiran mempunyai falsafah, sejarah dan budaya Minangkabau.

Batu Angkek-Angkek

Berawal dari mimpi Dt.Bandaro Kayo salah seorang kepala kaum dari suku Piliang, ia didatangi oleh Syech Ahmad dan disuruh untuk mendirikan sebuah perkampungan yang sekarang di kenal dengan nama “Kampung Palagan”. Pada saat pembangunan tonggak pertama terjadi gempa lokal dan hujan panas selama 14 hari 14 malam. Karena terjadinya peristiwa tersebut diadakanlah musyarawah dan saat musyawarah berlangsung terdengar suara gaib yang berasal dari lobang pemancangan bangunan bahwa di lokasi tersebut terdapat sebuah batu yang harus dirawat dengan baik. Sekarang batu ini dikenal dengan batu “Angkek – angkek”, untuk mengetahui dapat/tidak tercapainya niat seseorang dapat dilihat dengan ter angkat atau tidaknya batu tersebut . Objek wisata ini terletak di Nagari Tanjung Kecamatan Sunggayang + 11 km dari kotaBatusangkar

Rumah Adat Kampai Nan Panjang

Bangunan ini merupakan rumah hunian yang berasitektur khas Minangkabau yang terdiri dari enam buah biliak (kamar) dengan bentuk pintu oval dengan ukuran kecil. Rumah ini telah berumur + 350 tahun, dan keunikan lain bangunan ini di buat tanpa menggunakan paku besi, terletak + 13 km dari kota Batusangkar, di Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan.

Balairung Sari Tabek

Balairungsari Tabek bangunannya terbuat dari kayu dan atap ijuk yang dibangun oleh arsitektur Minangkabau Datuak Tantejo Gurhano sebagai tempat musyawarah adat dan sebagai bukti sejarah yang telah berumur 450 tahun. Disamping Balairung Sari terdapat juga Medan Nan Bapaneh (tempat bersenda gurau masa dulunya) dan bukti sejarah lainnya . Objek wisata ini terletak antara Padang Panjang–Batusangkar, dari Batusangkar + 14 Km di Nagari Tabek Kecamatan Pariangan.

Batu Batikam

Batu Batikam merupakan situs Medan Nan Bapaneh yang berfungsi sebagai tempat musyawarah pada masa lampau. Pada bagian tengah Medan Nan Bapaneh terdapat Batu Batikam (Batu Berlobang) dari batu andesit. Konon batu ini berlubang karena ditikam oleh Datuak Parpatih Nan Sabatang sebagai tanda berakhirnya perselisihan dengan Datuak Katamanggungan menyangkut dengan pemakaian adat antara Koto Piliang dengan Bodi Chaniago Objek wisata ini terletak di pinggir Jl.Raya Padang Panjang–Batusangkar jarak dari Kota Batusangkar + 5 Km, dalam Nagari Limo Kaum .

Prasasti Adityawarman

Situs ini merupakan tempat dikumpulkanya prasasti – prasasti yang dikeluarkan Adityawarman yang dahulu ditemukan di sekitar Bukit Gombak. Kumpulan prasasti tersebut ditulis dengan huruf Jawa Kuno dan Bahasa Sanskerta serta sedikit Bahasa Melayu Kuno. Isi Prasasti tersebut berupa puji–pujian terhadap Raja Adityawarman. Terletak + 4 km dari kota Batusangkar dan berada di pinggir jalan raya.

Kuburan Panjang Datuak Tantejo Gurhano

Kuburan ini merupakan makam Datuak Tantejo Gurhano yang merupakan tokoh arsitek pembuatan Balairungsari – Tabek. Kuburan ini sangat panjang + 25,5 yang keunikannya jika di ukur berkali – kali ukurannya berbeda- beda hingga di kenal dengan “ Kuburan Panjang “. Terletak + 14 km dari kota Batusangkar di Nagari Pariangan Kec.Pariangan.

Gedung Indo Jolito

Sebuah bangunan peninggalan Belanda yang dulunya didiami oleh Van der Cappelen. Sekarang merupakan tempat dilaksanakannya acara-acara pemerintahan dan kemasyarakatan yang terletak di tengah-tengah Kota Batusangkar.

Benteng Van Der Capellen

Terletak dalam Kota Batusangkar yang dibangun pada tahun 1824 semasa Perang Paderi. Di depannya terdapat 2 buah meriam kuno peninggalan Belanda.

Istano Silinduang Bulan

Istano Silinduang Bulan merupakan pengganti Istana Raja Pagaruyung terakhir yang terbakar pada tahun 1950-an. Terletak di antara Batusangkar dan Pagaruyung, yaitu sekitar 1 km dari Istano Basa Pagaruyung.

Ustano Rajo

Adalah komplek makam Raja-Raja Pagaruyung. Terletak 4 kilometer dari Batusangkar. Selain terdapat 13 buah makam/kuburan dan tiga batang pohon beringin, juga terdapat “Batu Kasur” , yaitu batu tempat ujian calon-calon Raja Pagaruyung. Terletak antara Batusangkar dan Pagaruyung, yaitu sekitar 3 km dari Kota Batusangkar.

Odio vestibulum est mattis.Donec ut feugiat lacus. Vivamus posuere metus vitae volutpat vulputate. Nunc imperdiet velit nisl, non volutpat lectus. Donec ut feugiat lacus. Vivamus posuere metus vitae volutpat vulputate. Nunc imperdiet velit nisl, non volutpat lectus.